Showing posts with label flash fiction. Show all posts
Showing posts with label flash fiction. Show all posts

Monday, July 21, 2014

Flash Fiction – Pertemuan

By Unknown | At 5:00 AM | Label : , | 2 Comments
“Jangan sedih ya, ga kepilih,” ujar suara itu pelan tapi tegas. Ia lewat di sampingku, masih setia dengan sepeda warna ungu metaliknya, di belokan terakhir sebelum rumahku.


Dan jawaban spontan pun keluar dari mulutku, “Ah, ga apa-apa, Kak.” Aku benar-benar dibuatnya kaget. Meski tanpa melihat wajahnya, aku tahu siapa dia.

Ia mengenaliku. Tentu ia mengenaliku. Kami tinggal di lingkungan yang sama, rumah yang tidak terlalu berjauhan dan bahkan mengaji di tempat yang sama. Rasa benciku pada sosok bocah-nya dulu perlahan pun memudar. Aku hanya tahu, dia sudah banyak berubah. Ia telah menjadi sosok tampan idola sekolah. Bintang kelas, wakil ketua osis, ketua dewan penggalang, bassis band sekolah dan anggota tim basket sekolah. Teman-teman banyak menyebutnya paket lengkap, tentu ditunjang dengan paras tampannya dan sikap ramahnya pada semua orang.

Itu adalah kisah bertahun silam. Tapi entah kenapa, bahkan hingga saat ini, aku masih tetap tidak bisa menghapus kenangan tentangnya di ingatanku. Bukan karena rasa cinta yang masih memerahkan pipiku, tapi lebih pada rasa kagum akan sosoknya yang tidak pernah pudar. Wajahnya memang tidak lagi kuingat. Hanya namanya saja yang kadang masih saja kusebut, pelan.

“Kamu dek *** kan?” ujar seseorang sambil menyodorkan sebuah buku yang terbuka.

Kepalaku mendongak, suaranya tidak asing lagi di telingaku. Dan aku tidak bisa lagi menyembunyikan rasa kagetku. Mataku membesar, spontan kutarik tanganku untuk menutup mulutku yang terlanjur terbuka lebar, “Kak ***!”

Ia tersenyum, senyumnya masih sama. “Iya. Minta tolong tandatangani buku ini ya, buat istriku. Dia nge-fans sama kamu.”

Setelah bertahun tanpa kabar, akhirnya aku bisa melihatnya lagi. Wajah yang sama, suara yang sama, dan cara bicara yang sama. Hanya cara ia melihatku saja yang berbeda. Disini, di acara launching buku terbaruku. Tanganku beku dan menggantung di udara. 
 
#Kelana

Thursday, July 17, 2014

Flash Fiction – Mendung Kertas Buram

By Unknown | At 11:24 AM | Label : , | 0 Comments
Mendung kembali menggantung. Dan gw linglung. Mungkin ini saatnya untuk rehat sejenak dari semua aktivitas. Tapi rasanya itu sulit. Di depan gw ada setumpuk kertas yang bahkan belum sempat gw sentuh. Bukan apa-apa, tapi kalau ini tidak segera gw selesaikan, maka bisa jadi gw akan kehilangan lebih banyak waktu tidur di akhir minggu nanti. Dan lagi gw ogah mendengar ocehan dan keluhan dari meja sebelah gw jika ini tidak segera gw selesaikan.

Susah payah gw seret tangan gw, menjangkau kertas teratas dari tumpukan itu. Kertas buram tipis yang sama sekali tidak menarik. Tinta tulisannya berwarna hitam, sedikit kasar dan ukuran goresannya cukup besar. Dari tulisannya, gw tebak ini tulisan lelaki. Entah kenapa, kesan kasarnya begitu tampak. Beberapa coretan juga menghiasi ukuran kertas yang tidak seberapa itu. Coretan maupun tulisannya tampak tergesa. Tanpa harus banyak berpikir, gw pun tahu alasan coretan dan perbaikan tulisan di bawahnya. Itu sudah jadi pemandangan biasa bagi gw.


“Bu Alin, kenapa ngelamun?” seseorang menempuk pundak Alin.

“Eh bu Dewi. Iya bu, saya masih dibuat syok dengan tulisan ini,” ujar Alin kemudian.
Orang yang disebut bu Dewi itu tersenyum, “Bukannya udah ga kaget ya bu, apalagi bu Alin kan mengampu mata pelajaran fisika,” komentarnya.

Alin hanya tersenyum. Benar, ia adalah seorang guru fisika di sekolah swasta pinggiran dengan jumlah siswa tidak seberapa dan gaji sebagai guru honorer yang hanya cukup membeli beras seminggu. 
 
#Kelana

Friday, July 11, 2014

FLASH FICTION – Pemuja Rahasia

By Unknown | At 7:00 AM | Label : , | 0 Comments
“Apa ini milikmu?” kuangsurkan buku bersampul biru itu padanya.

Matanya memancarkan keraguan, yang sesaat kemudian berangsur sirna. Tersirat sebuah kelegaan di wajah sendu itu. Tangan kurusnya terulur untuk mengambilnya,” Terimakasih,” ujarnya pula. Ia kemudian berbalik dan berjalan keluar dari perpustakaan.

“T-t-tunggu!” suaraku hanya tercekat di tenggorokkan, tanpa sempat tersampaikan padanya.

Gadis itu berbalik cepat. Ekor mataku hanya bisa menangkap sekilas bayangannya yang keluar dari perpustakaan dan sesaat kemudian menghilang di ujung koridor.

“Ah, bisakah kita bicara lebih dari tiga kata?” kuhembuskan nafas panjang tertahan. “Sampai kapan aku bisa berhenti jadi pemuja rahasianya?”

#Kelana


Wednesday, April 9, 2014

FLASH FICTION - Kita Bukan Tom dan Jerry

By Unknown | At 3:47 PM | Label : , | 0 Comments








Aku tidak berharap ada disana, saat kau membaca ini.
Sulit bagiku bicara serius di depanmu, karena selama ini kita lebih seperti anjing dan kucing, oh tidak aku lebih suka menyebut kita tom dan jerry. Sampai jumpa lain waktu, saat mungkin perasaan ini sudah berubah. Selamat tinggal pengisi hatiku.
Vidia

Ia melipat kertas itu, hati-hati. Kertas yang telah lusuh, karena dibacanya berulang kali sejak tiga bulan silam, sehari setelah keberangkatan Vidia untuk menggapai mimpinya ke Jepang. Ditatapnya lagi tiket dengan tujuan Jepang yang ada di tangannya. “Aku akan nyusul kamu Vid, dan tidak akan kubiarkan rasa itu berubah,” ucap Arven mantap. 
 
#Kelana

Thursday, February 27, 2014

FLASH FICTION – Apa Bedanya Kau dan Lele Goreng?

By Unknown | At 7:43 PM | Label : , | 0 Comments
“Tapi kalau ada pacarnya, ya tetep kerasan disini.”

Aku tersenyum getir, lebih tepatnya terpaksa terseyum saat laki-laki itu mengatakan sebuah gurauan. Sebenarnya sebuah gurauan biasa, tapi bagiku akan lain ceritanya. Kuraba lagi handphone yang sedari tadi ada di tanganku. Menunggu sebungkus lele goreng tidak lebih membosankan dibanding menunggu kabar dari seorang di seberang. Ia janji meneleponku hari ini.

Namanya Angga. Sudah sejak empat tahun silam kami mengikat janji, dan kini dua tahun sudah aku tidak pernah bersua dengannya. Ia di Jepang, mengejar impiannya meraih S2.

“Oh tidak, hapeku bergetar!”

Sesaat kupandangi layar hape itu. Bukan nama Angga . . .

#Kelana

Thursday, February 13, 2014

FLASH FICTION - Aku, Kau dan Adikku

By Unknown | At 7:39 PM | Label : , | 0 Comments
Ku tatap fotonya, sebuah senyum terukir indah, seragam kelulusan AL dan selempang kebesaran sebagai salah satu lulusan terbaik akademi. Meski sendiri, tapi aku merasakan ia ada disini, di dekatku. Walau itu semua tidak nyata, tapi aku tahu . . . ia selalu ada untukku. Meski lautan memisahkan kita . . . Tapi itu setahun yang lalu. Dan kini semua tidak tersisa lagi.

“Kak, udah selesai?”

“Iya,” kutatap sekali lagi wajah ini di cermin. Berharap tidak akan ada air mata yang tertumpah nanti.

Kupandangi undangan warna emas di tanganku. Dan disana ada nama Dion, kekasihku bersanding dengan nama Dewi, adikku sendiri.
 
#Kelana
 
Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Zona Review Kelana - All Rights Reserved B-Seo Versi 4 by Bamz