Showing posts with label kelana. Show all posts
Showing posts with label kelana. Show all posts

Monday, July 21, 2014

Flash Fiction – Pertemuan

By Unknown | At 5:00 AM | Label : , | 2 Comments
“Jangan sedih ya, ga kepilih,” ujar suara itu pelan tapi tegas. Ia lewat di sampingku, masih setia dengan sepeda warna ungu metaliknya, di belokan terakhir sebelum rumahku.


Dan jawaban spontan pun keluar dari mulutku, “Ah, ga apa-apa, Kak.” Aku benar-benar dibuatnya kaget. Meski tanpa melihat wajahnya, aku tahu siapa dia.

Ia mengenaliku. Tentu ia mengenaliku. Kami tinggal di lingkungan yang sama, rumah yang tidak terlalu berjauhan dan bahkan mengaji di tempat yang sama. Rasa benciku pada sosok bocah-nya dulu perlahan pun memudar. Aku hanya tahu, dia sudah banyak berubah. Ia telah menjadi sosok tampan idola sekolah. Bintang kelas, wakil ketua osis, ketua dewan penggalang, bassis band sekolah dan anggota tim basket sekolah. Teman-teman banyak menyebutnya paket lengkap, tentu ditunjang dengan paras tampannya dan sikap ramahnya pada semua orang.

Itu adalah kisah bertahun silam. Tapi entah kenapa, bahkan hingga saat ini, aku masih tetap tidak bisa menghapus kenangan tentangnya di ingatanku. Bukan karena rasa cinta yang masih memerahkan pipiku, tapi lebih pada rasa kagum akan sosoknya yang tidak pernah pudar. Wajahnya memang tidak lagi kuingat. Hanya namanya saja yang kadang masih saja kusebut, pelan.

“Kamu dek *** kan?” ujar seseorang sambil menyodorkan sebuah buku yang terbuka.

Kepalaku mendongak, suaranya tidak asing lagi di telingaku. Dan aku tidak bisa lagi menyembunyikan rasa kagetku. Mataku membesar, spontan kutarik tanganku untuk menutup mulutku yang terlanjur terbuka lebar, “Kak ***!”

Ia tersenyum, senyumnya masih sama. “Iya. Minta tolong tandatangani buku ini ya, buat istriku. Dia nge-fans sama kamu.”

Setelah bertahun tanpa kabar, akhirnya aku bisa melihatnya lagi. Wajah yang sama, suara yang sama, dan cara bicara yang sama. Hanya cara ia melihatku saja yang berbeda. Disini, di acara launching buku terbaruku. Tanganku beku dan menggantung di udara. 
 
#Kelana

Thursday, July 17, 2014

Flash Fiction – Mendung Kertas Buram

By Unknown | At 11:24 AM | Label : , | 0 Comments
Mendung kembali menggantung. Dan gw linglung. Mungkin ini saatnya untuk rehat sejenak dari semua aktivitas. Tapi rasanya itu sulit. Di depan gw ada setumpuk kertas yang bahkan belum sempat gw sentuh. Bukan apa-apa, tapi kalau ini tidak segera gw selesaikan, maka bisa jadi gw akan kehilangan lebih banyak waktu tidur di akhir minggu nanti. Dan lagi gw ogah mendengar ocehan dan keluhan dari meja sebelah gw jika ini tidak segera gw selesaikan.

Susah payah gw seret tangan gw, menjangkau kertas teratas dari tumpukan itu. Kertas buram tipis yang sama sekali tidak menarik. Tinta tulisannya berwarna hitam, sedikit kasar dan ukuran goresannya cukup besar. Dari tulisannya, gw tebak ini tulisan lelaki. Entah kenapa, kesan kasarnya begitu tampak. Beberapa coretan juga menghiasi ukuran kertas yang tidak seberapa itu. Coretan maupun tulisannya tampak tergesa. Tanpa harus banyak berpikir, gw pun tahu alasan coretan dan perbaikan tulisan di bawahnya. Itu sudah jadi pemandangan biasa bagi gw.


“Bu Alin, kenapa ngelamun?” seseorang menempuk pundak Alin.

“Eh bu Dewi. Iya bu, saya masih dibuat syok dengan tulisan ini,” ujar Alin kemudian.
Orang yang disebut bu Dewi itu tersenyum, “Bukannya udah ga kaget ya bu, apalagi bu Alin kan mengampu mata pelajaran fisika,” komentarnya.

Alin hanya tersenyum. Benar, ia adalah seorang guru fisika di sekolah swasta pinggiran dengan jumlah siswa tidak seberapa dan gaji sebagai guru honorer yang hanya cukup membeli beras seminggu. 
 
#Kelana

Saturday, July 12, 2014

INFO LOMBA - Lomba Menulis Cerita Fiksi Terkocak Kamfret!

By Unknown | At 7:50 AM | Label : , | 0 Comments
Dahulu kala, ada seorang putri bernama Jelita di Kerajaan Tawa Sentosa. Setiap kali ia tertawa, orang-orang yang melihatnya akan ikut bahagia. Seperti masuk ke dalam dunianya yang menyenangkan.
Belakangan, Jelita terlihat begitu murung. Pada bening matanya tidak ada keceriaan, hanya ada kekosongan dan kehampaan. Kesedihan begitu nampak pada air mukanya. Sesekali, orang-orang terdekatnya menanyakan penyebabnya, tapi bukan penjelasan yang mereka dapat, hanya umpatan kecil berbunyi…, “KAMFRET!”
Kune yang mendengar kabar itu ikut heran. KAMFRET?! Apa yang sebenarnya ingin Putri sampaikan?  Setelah menghabiskan weekend dengan bertapa di bawah plafon kantor, Kune pun mendapatkan wangsit. Ah…, KAMFRET ini pasti Kompetisi Asyik Menulis Fiksi Remaja Terkocak!
Setelah itu, Kerajaan Tawa Sentosa mengumumkan Sayembara KAMFRET! Tujuannya? Apa lagi kalo bukan untuk mengembalikan senyum sang putri. Yok, bantu Kune untuk mengembalikan tawa sang putri. Berikut ini adalah syarat-syarat sayembara itu:

KOMPETISI ASYIK MENULIS FIKSI REMAJA TERKOCAK KAMFRET!
Segera wujudkan mimpimu menjadi penulis muda berbakat!
  • Naskah merupakan karya asli, bukan terjemahan atau saduran, dengan genre komedi untuk remaja.
  • Lomba dibagi menjadi dua kategori usia penulis, yaitu
  • Kategori Penulis Remaja usia 10 s/d 18 tahun
  • Kategori Penulis Dewasa usia 19 s/d 28
  • Elemen utama yang dikedepankan dalam novel komedi remaja adalah cerita lucu/kocak/menggelitik tentang seorang/sekelompok tokoh utama yang tentunya tidak klise. Cerita berlatar keluarga, traveling ke lokasi unik, tempat bermain, sekolah, atau kuliah, dengan usia tokoh berkisar 12—24 tahun.
Untuk referensi naskah novel komedi remaja ini, kamu bisa juga membaca Jomblo (Adhitya Mulya), Lontang-lantung (Roy Saputra), Past and Courious (Agung Satriawan).
  • Cerita tidak mengandung SARA dan pornografi.
  • Naskah belum pernah dipublikasikan di media cetak maupun elektronik dan tidak sedang diikutsertakan dalam sayembara lain.
  • Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia, dengan panjang naskah 60—120 halaman A4, 1 spasi, 12 pt, Times New Roman.
  • Pengiriman naskah dimulai 20 April 2014 dan batas penerimaan 31 Agustus 2014 (cap pos).
  • Kirimkan naskah (print out), sinopsis cerita, biodata beserta nomor kontak yang bisa dihubungi, ke:
Panitia Sayembara Menulis Novel Komedi Remaja Bukune
Penerbit Bukune
Jalan H. Montong No. 57 Ciganjur-Jagakarsa
Jakarta Selatan, 12630
Telp: 021-7888 3030
  • Sertakan Formulir dan Surat Pernyataan yang bisa di-download di sini.
  • Jalan lupa tuliskan "KAMFRET" di pojok kiri atas amplop.
  • Naskah ditunggu selambat-lambatnya  31 Agustus 2014 (cap pos).
  • Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.
  • Pemenang akan diumumkan di website resmi Bukune pada 1 November 2014.
Hadiah menarik menunggu pemenang!
Juara I      Rp5.000.000, kontrak penerbitan, paket buku & goodie bag dari Bukune
Juara II     Rp3.000.000, kontrak penerbitan, paket buku & goodie bag dari Bukune.
Juara III    Rp1.500.000, kontrak penerbitan, paket buku & goodie bag dari Bukune.
10 Naskah Terpilih akan mendapatkan kontrak penerbitan, paket buku dari Bukune.
Kami mencari novel komedi remaja  dengan ide, konflik, dan (tentunya) komedi yang unik, segar, serta karakter tokoh yang kuat dan inovatif. Tulis novelmu dan bikin pembaca tak ingin meletakkan bukunya sampai halaman terakhir.
Dan, jadilah penulis komedi berbakat bersama Bukune!

Friday, July 11, 2014

FLASH FICTION – Pemuja Rahasia

By Unknown | At 7:00 AM | Label : , | 0 Comments
“Apa ini milikmu?” kuangsurkan buku bersampul biru itu padanya.

Matanya memancarkan keraguan, yang sesaat kemudian berangsur sirna. Tersirat sebuah kelegaan di wajah sendu itu. Tangan kurusnya terulur untuk mengambilnya,” Terimakasih,” ujarnya pula. Ia kemudian berbalik dan berjalan keluar dari perpustakaan.

“T-t-tunggu!” suaraku hanya tercekat di tenggorokkan, tanpa sempat tersampaikan padanya.

Gadis itu berbalik cepat. Ekor mataku hanya bisa menangkap sekilas bayangannya yang keluar dari perpustakaan dan sesaat kemudian menghilang di ujung koridor.

“Ah, bisakah kita bicara lebih dari tiga kata?” kuhembuskan nafas panjang tertahan. “Sampai kapan aku bisa berhenti jadi pemuja rahasianya?”

#Kelana


Saturday, July 5, 2014

PUISI - Kopi, aku dan kamu

By Unknown | At 5:27 PM | Label : , | 3 Comments



Aku suka kopi, sama seperti menyukaimu
Meski pahit katamu kadang buatku lelah
Aku suka kopi, sama seperti menyukaimu
Selalu ada hangat yang kurindukan
Aku suka kopi, sama seperti menyukaimu
Buatku sakit kepala kala lama tak sua
Aku suka kopi, sama seperti menyukaimu
Menyapa pagiku dan melepas malamku
Aku suka kopi, sama seperti menyukaimu
Tak perlu pertanyaan, alasan ataupun jawaban

Tapi kopiku, tak lagi sama denganmu
Pudar pahitmu lama kutahu
Hangatmu yang kini serupa kabut
Rasaku tak sama lagi padamu
Aku suka kopi, tapi tak sama lagi seperti menyukaimu
 

Friday, July 4, 2014

REVIEW BUKU – Cinta Tidak Pernah Bercanda

By Unknown | At 3:42 PM | Label : , | 2 Comments
REVIEW BUKU – Cinta Tidak Pernah Bercanda
Judul Buku : The Dream in Taipei City
Penulis : Mell Shaliha
ISBN : 978-602-1614-16-7
Penerbit : Indiva Media Kreasi
Terbit : Februari 2014
Tebal : 358 halaman

Apa jadinya jika di usia yang tidak lagi kanak-kanan, kau justru diharuskan terdampar di sebuah tempat yang sangat asing dan dengan orang-orang yang tidak kalah asing? Meski salah satu dari mereka kau panggil ‘ayah’?”
Adalah sosok Ella-Tan, gadis yang lahir dari seorang ibu asli Jawa-Indonesia dan ayah seorang Taiwan. Ella terlahir dari seorang ibu yang pernah bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di Taiwan, yang kemudian menikah dengan seorang pria asal Taiwan. Tetapi tekanan keluarga ayahnya, membuat ibu Ella akhirnya menyerah, berpisah dengan ayahnya dan kembali ke Indonesia. tetapi perjanjian kedua orang tua Ella memaksa Ella untuk tinggal bersama ayahnya di Taiwan setelah 17 tahun.
Ella datang ke Taiwan dalam rangka melanjutkan pendidikannya, tentu dengan sokongan dari ayahnya. Meski memanggilnya ‘papa’, Ella tidak pernah merasa dekat dengan ayahnya. Apalagi keluarga baru ayahnya sama sekali tidak menyukainya. Tanpa mengenal siapapun pada awalnya, Ella berjuang untuk dapat diterima di sebuah universitas ternama di Taiwan. Dari sinilah ia bertemu dengan orang-orang yang kelak akan semakin mewarnai kehidupannya. Ada Marcel Yo, seorang dosen muda yang untuk pertama kalinya menggetarkan dawai hatinya. Lalu kemunculan Adrian, Ferdy, Hilma dan banyak teman-teman dari Indonesia yang pada akhirnya tidak membuat Ella kesepian lagi. Lalu sosok Kim Hae Yo, pemuda asal Korea yang tampan dan ceria, yang semakin menyemarakkan kehidupan Ella.
Tapi rupanya hidup di negeri orang tetap tidak mudah bagi Ella. Ia harus bersusah payah meyakinkan ayahnya untuk diizinkan tinggal di apartemen, alih-alih tinggal bersama keluarga ayahnya yang membencinya. Di kampus, Ella juga harus berjuang untuk bisa mengikuti kuliah yang sebagian besar menggunakan bahasa Mandarin, meski bahasa Mandarin Ella sebenarnya tidak terlalu buruk. Ella juga harus berjuang melawan musim dingin yang menggigit, karena ia sama sekali tidak tahu cara menghadapinya. Lalu sederetan kisah yang membolak-balik hati Ella.
Meski tidak mudah, pertengkaran kecil dan kesalahpahaman antara Ella dan ayahnya akhirnya mampu membuat kebekuan diantara keduanya perlahan mencair. Ella menemukan ayahnya berbeda dari sosok yang selama ini ia bayangkan. Perlahan Ella juga menemukan, apa yang sebenarnya membuat hatinya bergetar, dan pada siapa hatinya tertambat kemudian. Bisakah Ella akhirnya menentukan pilihannya?
Membaca buku ini serasa diajak berkeliling Taipei. Mell Shaliha berhasil menghadirkan nuansa merah—khas Tiongkok dalam balutan buku ini. Kehidupan sehari-hari yang dijalani Ella terasa begitu nyata, seolah-olah benar-benar mengalaminya sendiri.
Dalam perjalanannnya, sosok Ella perlahan menjadi lebih dewasa. Ia tidak hanya dibutakan pada anggapan soal ayahnya, yang tidak pernah ia kenal. Ella memilih untuk menunggu dan perlahan mengenal ayahnya sebelum memberikan penilaian. Sosok lain yang membuat Ella lebih dewasa adalah Marcel Yo. Dosen muda ini digambarkan begitu mempesona sehingga membuat Ella pun tertatik. Di akhir cerita, sosok dosen muda ini mulai menyadari ‘keunikan’ dalam diri Ella, sayangnya perasaannya tidak berkembang baik. Berbeda dengan sosok Kim Hae Yo. Pemuda asal Korea ini benar-benar menghiasi kehidupan sehari-hari Ella. Ia bahkan yang seringkali lebih perhatian pada Ella dibandingkan yang lain. Meski Hae Yo sendiri tidak pernah menyadari perhatian itu, tapi pada akhirnya waktu pun membuktikan arti perhatian Hae Yo.
Sebenarnya masih ada satu sosok lagi yang berperan dalam proses pendewasaan diri Ella, yakni ibunya. Di awal di gambarkan jika Ella dekat dengan ibunya. Tetapi dalam cerita, kedekatan ini sayangnya kurang dikembangkan. Tidak tampak percakapan antara Ella dan ibunya, meski hanya lewat telepon. Bahkan saat mengalami masalah dengan ayahnya, Ella lebih banyak bercerita dengan teman-temannya, yang notabene tidak pernah mengenal ayahnya sama sekali.
Secara keseluruhan alur novel ini menarik. Bahasa yang digunakan pun simple dan mudah dicerna. Beberapa percakapan dalam bahasa Mandarin, Inggris maupun Korea disampaikan dengan mudah. Dan ya, Cinta memang tidak pernah bercanda. Datang pada orang yang tepat, menunggu untuk waktu yang tepat.
Saat pertama membaca novel ini, sosok Kim Hae Yo mengingatkan Kelana pada seorang drummer tampan di salah satu serial Korea. Dan saat membaca kisah dibalik pembuatan novel ini di blog mbak Mell, ternyata tebakan Kelana tepat. Sosok Kim Hae Yo adalah representasi Joon-Hee, seorang drummer di serial Korea Heartstrings. Dan ternyata … sosok lain di novel ini juga banyak mengambil karakter dari beberapa drama Asia lainnya. Dan yaaa … akhirnya ketahuan deh, kalau Kelana penggemar Korea juga. Asyik … (loh, kenapa bahasanya jadi ancur gini sih). Ok, sepertinya basa-basi dan bahasa baku Kelana cukup sampai di paragraph atas saja. Selebihnya bahasa non-formal alias bahasa pop.
Terimakasih untuk mbk Asri Istiqomah dan mbk Mell Shaliha atas bukunya yang keren. Ah ya … saya masih harus banyak belajar lagi.
Sampai jumpa di tulisan lainnya … 39 ^_^

Thursday, June 26, 2014

INFO LOMBA - POS INDONESIA LETTER WRITING COMPETITION 2014

By Unknown | At 8:27 AM | Label : , | 0 Comments
POS INDONESIA LETTER WRITING COMPETITION 2014

POS INDONESIA bekerjasama dengan REPUBLIKA kembali mengadakan Lomba Menulis yang bertema "CERITAKAN HAL KEREN DI KOTAMU".
HADIAH: Total hadiah senilai 300juta

30 FINALIS AKAN MENDAPATKAN :
  • Tiket perjalanan ke Belitung untuk mengikuti Winner Camp bersama Andrea Hirata
  • 1 buah netbook
  • Uang saku dan hadiah lainnya
PERSYARATAN LOMBA:
  1. Usia 13 - 17 Tahun (SMP dan SMA sederajat)
  2. Format tulisan dalam bentuk surat dan berbahasa Indonesia yang baik dan benar
  3. Tulisan terdiri dari 3 - 4 halaman kertas, ukuran A4
  4. Tulisan asli karangan sendiri dan tidak mengandung unsur pelecehan/penghinaan terhadap SARA dan belum pernah di publikasikan dan diikutsertakan dalam lomba sejenis
  5. Di bagian kiri atas amplop dicantumkan kode LWC2014
  6. Hasil tulisan dikirim paling lambat tanggal 1 Agustus 2014, ke :
REPUBLIKA
Jl. Warung Buncit Raya No. 37 Jakarta 12510
Jangan lupa untuk mencantumkan fotocopy kartu pelajar dan identitas pribadi
(nama lengkap, tanggal lahir, nomor telepon/hp, alamat rumah dan sekolah)

INFORMASI LEBIH LANJUT :
atau:
Misyana : 021-7803747 ext. 315/316
Twitter : @PosIndonesia

Tuesday, June 24, 2014

INFO LOMBA - CERITAKAN CERITAMU WRITING COMPETITION

By Unknown | At 8:25 AM | Label : , | 0 Comments

CERITAKAN CERITAMU WRITING COMPETITION

Yuk ikutan lomba berbagi pengalamanmu menggunakan layanan internet atau TV Kabel dan menangkan berbagai hadiah menarik
SYARAT DAN KETENTUAN *
  1. Kuis terbuka untuk umum, baik pelanggan maupun non-pelanggan Innovate.
  2. Kuis dimulai pada tanggal 26 Mei 2014 dan berakhir pada 14 Juli 2014.
  3. Peserta harus follow Twitter @InnovateIND & like fanpage Facebook Innovate.
  4. Peserta wajib mengisi semua data diri dan informasi yang dibutuhkan pada kolom yang tertera.
  5. Untuk mengikuti kuis ini, peserta diminta menceritakan pengalamannya menggunakan layanan internet atau TV kabel dari operator yang digunakan saat ini.
  6. Cerita terdiri dari minimal 1.000 karakter dan maksimal 2.000 karakter.
  7. Peserta harus memilih salah satu kategori untuk setiap cerita yang di submit, internet atau TV kabel.
  8. Peserta dapat mengirimkan lebih dari satu cerita, namun hanya dapat terpilih menjadi pemenang sebanyak satu kali.
  9. Peserta tidak boleh menyebutkan brand yang digunakan pada kolom cerita.
  10. Cerita yang di submit oleh peserta tidak boleh mengandung SARA, pornografi maupun kekerasan.
  11. Peserta harus men-share kuis “Ceritakan Ceritamu” dengan menekan tombol Tweet yang ada disebelah kanan.
  12. Admin akan melakukan verifikasi atas cerita yang sudah di submit oleh peserta dalam waktu maksimal 2x24 jam.
  13. Apabila cerita sesuai dengan ketentuan, peserta akan mendapatkan email notifikasi bahwa cerita sudah ditampilkan di website Innovate.
  14. Apabila peserta tidak memperoleh email notifikasi setelah batas waktu yang ditentukan, silakan mengirimkan cerita kembali yang disesuaikan dengan ketentuan kuis.
  15. Anda dapat memilih cerita favorit dengan meng-klik “Make Favorite” pada halaman cerita yang Anda sukai.
  16. Seluruh data dan informasi bersifat rahasia dan hanya digunakan untuk keperluan Innovate.
PENJURIAN DAN PENGUMUMAN PEMENANG
  1. Keputusan pemenang adalah hak mutlak dari pihak Innovate dan tidak dapat diganggu gugat.
  2. Pemenang cerita terbaik pilihan juri, diumumkan setiap 2 minggu sekali *
  3. Pemenang cerita favorit berdasarkan pilihan pembaca, diumumkan di akhir periode kuis.
  4. Apabila ada indikasi kecurangan atau pelanggaran yang dilakukan oleh peserta, maka juri berhak untuk membatalkan penyerahan hadiah dan hadiah akan dialihkan ke peserta lain.
  5. Pemenang akan diumumkan melalui website akun resmi Social Media Innovate.
  6. Pemenang akan dihubungi langsung oleh panitia melalui telepon atau email.
  7. Pemenang harus melakukan konfirmasi data diri yang diperlukan selambat-lambatnya 2x24jam setelah pengumuman pemenang. Apabila melewati batas waktu, pemenang akan dianggap gugur dan juri berhak menentukan pemenang pengganti.
* Dapat berubah sewaktu-waktu
HADIAH
1 iPod Shuffle
2 Smartfren Andromax
2 Tiket nonton Blitz Megaplex
INFO LEBIH LANJUT : http://ceritamu.innovate-indonesia.com/

Saturday, June 21, 2014

PUISI - Selamat jalan, Q

By Unknown | At 7:44 PM | Label : , , , | 0 Comments


Ah ya. Ucapan selamat jalan selalu berhasil memerihkan hati, entah sejenak, entah bertahun.
Selamat tinggal
Akan ada the truly goodbye pada yang harus ditinggal
Aku benci kata-kata itu
Hanya menujukkan sisi lemah hatiku saja
Padamu, aku tak pernah ingin mengucapkan selamat tinggal.
Karena kamu, adalah yang tak pernah pergi
Dan yang takkan pernah kutinggal pergi
Kamu tetaplah kamu, dalam keping bening saja
Sedang aku? Aku masih saja tertatih menemukan kepinganku
Yang sempat kutitipkan padamu beberapa lamanya, dulu
Lalu, haruskah aku benar-benar mencari?
Pada giliran purnama kesekian ratus, mungkin kemilaunya yang akan membuatnya muncul
Benar-benar bening mengambang di permukaan hati
Jernih melambai-lambaikan tangan, dan tak pernah hilang lagi
#huahhm

Eye-nie

Saturday, May 31, 2014

REVIEW BUKU – A Little Things Called Love

By Unknown | At 11:38 PM | Label : , , | 0 Comments



Judul Buku : Hitam Putih Abu-Abu
Penulis : Uda Agus dkk
ISBN : 978-602-7692-05-3
Penerbit : AG Publishing
Terbit : Juni 2012
Harga : Rp 49.000
Tebal : 210 halaman

Narsis dulu yuk,  hehe ^_^ kenapa narsis? Karena yang akan saya review adalah buku keroyokan saya dan teman-teman. Disebut keroyokan karena ini adalah buku antologi. Antologi ini lahir dari sebuah lomba menulis cerpen yang digagas oleh penulis bernama asli Gusrianto atau lebih dikenal dengan Uda Agus. Dalam buku ini terdapat 20 cerpen pemenang dan satu cerpen milik Uda Agus. Tiga diantaranya adalah pemenang untuk tingkat SMP-SMA dan tiga pemenang yang berasal dari mahasiswa/umum.
Tema yang diangkat pada antologi kumpulan cerpen ini adalah masa sekolah tepatnya masa putih abu-abu. Jadi dapat dipastikan jika keduapuluh satu cerpen yang ada bertemakan anak sekolah.
Cerpen yang menjadi pemenang untuk kategori umum berjudul Buntut Udang milik Hesty Daisy. Cerpen ini bercerita tentang kebencian seorang nenek atas cucunya yang memiliki bentuk rambut bagian belakang yang menyerupai buntut udang. Kebencian ini didasarkan pada alasan jika pemilik rambut buntut udang adalah orang yang pelit. Kepercayaan akan mitos inilah yang membuat si nenek begitu membenci cucunya. Meski sering diperlakukan tidak adil oleh neneknya, si cucu berusaha untuk tetap menghormatinya.
Cerpen ini memang layak untuk menjadi pemenang pertama. Nuansa budaya—terutama mitos—yang diangkatnya tampak sepele, tapi berhasil dibawakan dengan menarik tanpa kehilangan gaya bahasa yang mudah dicerna. Alur yang tidak bertele-tele juga menjadi daya tarik tersendiri dari cerpen ini.
Selain cerpen Buntut Udang, cerpen lain yang ada juga bertemakan masa SMA. Ada sangat banyak cerita masa SMA yang sangat menarik untuk disimak. Dari mulai masalah cinta, persahabatan bahkan masalah keluarga yang dialami anak berseragam ‘putih abu-abu’. Itulah yang menjadi daya tarik utama antalogi ini. Meski buku berbentuk antologi tidak banyak lagi diminati saat ini, tetapi antologi ‘Putih Abu-Abu’ ini bisa jadi bahan bacaan yang menarik. Mungkin saja, salah satu kisahnya sama dengan kisah masa SMA Anda? Siapa tahu.

Saturday, May 24, 2014

PUISI - Aurora

By Unknown | At 7:38 AM | Label : , | 0 Comments



Sinarnya turun perlahan
Terangi bentang sang alam
Meski dingin salju lingkupi
Tapi ia tetap berbagi

Utara dan selatan milik bumi
Enggan beranjak ke khatulistiwa
Ini kisah tentang tentang magnet bumi
Kuasanya serupa kuas sang pelukis
Sapuan bentang keindahan
Lukisan alam tak terganti

Perlahan kubisikan ia, aurora


Saturday, May 17, 2014

PUISI - Dari Bintang, untuk Malam

By Unknown | At 7:48 AM | Label : , | 0 Comments




Aku datang bukan untuk memiliki
Tapi aku datang tuk jadi cahaya terang di kisahmu
Karena aku
Bintang yang tak kan pernah berhenti berpijar
Untukmu

Ada datang bukan seperti derasnya hujan
Tapi izinkanku datang
Bagai setetes embun
Kan hapus dahagamu

Biar sepercik rasaku
Kan beresonansi
Bisikkan kerinduan
Katakan kejujuran
Harap nyata, hadirmu
Di tiap helai nafasku

#Kelana

Saturday, May 10, 2014

PUISI - KAU

By Unknown | At 7:53 AM | Label : , | 0 Comments



KAU

Tak kuingat banyak tentangmu
Hanya sapa dan hiburmu siang itu
Bahkan wajahmu saja, tak lagi ku tahu
Bahkan sapamu pun lah luput dari ingatku

Kau
Yang pernah hadir dalam kehausan ini
Hanya sekelumit kisah kutahu
Dan engkau pergi
Dengan kisahmu sendiri
Tinggalkan kealpaan hatiku

#Kelana

Saturday, May 3, 2014

PUISI - Saat . . .

By Unknown | At 7:58 AM | Label : , | 0 Comments



Saat malam menjadi begitu indah dan ramah
Saat gelap memisahkanku dari kesendirian
Saat sang bayu bertiup perlahan

Mengangkatku terbang dari kebimbangan

Saat bulan malu-malu mengajakku tersenyum riang
Saat bintang jadi cahaya terang
Saat kata tak perlu lagi diucapkan
Saat desah mengeja satu per satu rasa
Saat diam begitu anggun menyapa

Aku ingin menjadi diriku sendiri

#Kelana

Saturday, April 26, 2014

PUISI - Surat untuknya yang tak bersahabat lagi

By Unknown | At 8:00 AM | Label : , | 0 Comments



Surat untuknya yang tak bersahabat lagi

Pelan, rintiknya basahi tanah gersang ini
Kerontang panjang lah lalu dan pergi
Gemerisik dedaunan perlahan warnai
Rekahkan hari, lah kembang mewangi
Rintiknya hapus rindu sang bumi

Nak, ini cerita lain kali
Bumi kini dan dulu tak sama lagi
Saat percik itu tak bersahabat lagi
Sisakan tangis dan luka hari ini
Sungguh, ini bukan salah bumi
Hanya manusia tak punya hati
Tak peduli pada dulu dan kini
Dan esok yang sisakan sepi
 
#Kelana

Friday, April 18, 2014

PUISI - L-Does

By Unknown | At 7:54 PM | Label : , | 0 Comments

Bila resistor antara kita
Jadi beban penghalang kejujuran
Maka buatlah jadi hubung singkat
Agar tak berlaku lagi hukum Ohm
Yang buat arus kita semakin kecil

Bila kapasitor punya dua kaki
Dan ransistor dengan tiga kaki
Mampu buat arus dari dioda
Tak berdenyut
Maka, buanglah itu semua
Agar sinusoida AC yang tetap
Mengalir
Sebagai refleksi puisi rasa kita

Bila thevenin dan norton
buat kita semakin dekat
maka biarkan resistansi antaranya
semakin kecil
sebagai rangkaian sederhana
agar tak ada lagi
beda tegangan
dan kan kau temukan
ET dan RT yang ekuivalent
Seperti berlakunya hukum III Newton
Antara kita 
 
#Kelana

Wednesday, April 9, 2014

FLASH FICTION - Kita Bukan Tom dan Jerry

By Unknown | At 3:47 PM | Label : , | 0 Comments








Aku tidak berharap ada disana, saat kau membaca ini.
Sulit bagiku bicara serius di depanmu, karena selama ini kita lebih seperti anjing dan kucing, oh tidak aku lebih suka menyebut kita tom dan jerry. Sampai jumpa lain waktu, saat mungkin perasaan ini sudah berubah. Selamat tinggal pengisi hatiku.
Vidia

Ia melipat kertas itu, hati-hati. Kertas yang telah lusuh, karena dibacanya berulang kali sejak tiga bulan silam, sehari setelah keberangkatan Vidia untuk menggapai mimpinya ke Jepang. Ditatapnya lagi tiket dengan tujuan Jepang yang ada di tangannya. “Aku akan nyusul kamu Vid, dan tidak akan kubiarkan rasa itu berubah,” ucap Arven mantap. 
 
#Kelana

Sunday, March 23, 2014

REVIEW BUKU - Karena Pertanyaan, tak Selalu Ada Jawabannya

By Unknown | At 3:15 PM | Label : , , | 0 Comments



Judul : Conspiracy Agent
Penulis : Michael Farewall
Penerbit : Momentum Fiction an Imprint of Salamadani
Tahun Terbit : 2007
Tebal : vi + 210 halaman
Harga : Rp 43.000

Teka-teki akan tetap menjadi teka-teki
Bila tidak ada yang bisa menemukan jawabannya
Dan jika pertanyaan hanya bisa dijawab oleh pertanyaan
Maka itulah “misteri” . . . ( Michael Firewall,2007:1)
Dibuka dengan sederet kalimat apik yang mengundang pemikiran lebih dalam. Michael Firewall nama samaran dari Arul Khan (yang juga nama samaran), penulis Indonesia yang mampu memberi warna khas bagi dunia sastra Indonesia.
Sebuah buku lama yang layak untuk kembali disimak. Ya, buku ini bagi Kelana adalah buku lama, tetapi ternyata saat kembali dibaca di tahun 2014 ini, tetap saja tidak kehilangan pesona dan daya tariknya.
Sastra Islam di Indonesia mulai marak sejak beberapa tahun belakangan diikuti meledaknya novel-novel berembel-embel “cinta” dengan tambahan “ pembangun jiwa”. Kali ini muncul novel dengan genre baru. Meski bagi novel-novel terbitan luar negeri, tema yang diusung “Detektif dan agen rahasia” sudah menjadi konsumsi umum bahkan difilmkan pula. Tapi, di Indonesia hal ini masih jarang diangkat. Masih ada ketabuan tema yang cukup sensitif, karena menyangkut rahasia tertentu dan negara_sebagai induk dari biro agen.
Dibawakan dengan cantik lewat lima tokoh utamanya. Andra, seorang agen senior level 10, Raj dan Heri agen level 9, bersama Kay dan Ine agen level 8.
Diawali dengan dipanggilnya kembali kelima agen senior itu, untuk mengungkap kematian tiga orang ilmuwan Octo Cooperation dan hilangnya seorang ilmuwan lagi, akibat diburu oleh perusahaan tempat mereka bernaung mula-mula, karena sebuah rumusan rahasia tentang MagBeam.
Berkembangnya pemikiran manusia untuk menjadikan Mars sebagai planet tinggal menjadi dasar dibuatnya rumusan ini. Perjalanan Bumi-Mars jika menggunakan teknologi “konvensional” pesawat luar angkasa biasa seringkali terhalang oleh orbit Bumi-Mars yang kadang sangat dekat, di saat lain sangat jauh, sehingga mmebutuhkan bahan bakar besar.
Teknologi MagBeam ditawarkan oleh keempat ilmuwan tadi sebagai solusi atas masalah di atas. Uji coba MagBeam ini dilakukan lewat pusat pengendali satelit Octa Cooperation, perusahaan tempat bernaung mereka, salah satu penyedia jasa layanan satelit di kawasan Asia-Tenggara.
Tapi, di luar perhitungan, uji coba ini mengakibatkan berbagai kejadian luar baisa di berbagai belahan bumi. Munculnya angin dasyat di beberapa tempat dengan kecepatan mendekati 300 km/jam, tapi hanya berlangsung semenit.
Kejadian ini memicu berbagai respon di belahan dunia. Uji coba rahasia yang ternyata diketahui oleh pihak Octa Cooperation ini juga memicu diburunya keempat ilmuwan tadi. Rumusan MagBeam dibagi menjadi empat dan masing-masing dibawa oleh ilmuwan itu. Salah seorang ilmuwan, Nakata ditemukan telah meninggal mempertahankan rumusan MagBeam itu.
Sebelum meninggal, Nakata sempat mengirim enkripsi MagBeam yang dibawanya pada ketiga rekannya yang lain. Kematian Nakata diikuti kematian rekan-rekannya yang lain, Greg dan Aziz. Sementara Raka, orang terakhir yang selamat dan membawa enkripsi lengakap MagBeam hilang, tak diketahui dimana keberadaannya.
Dalam waktu singkat, enkripsi MagBeam menjadi komoditas termahal di pasar gelap. Yang diburu tidak hanya oleh Octa Cooperation, tapi juga oleh mafia-mafia lain di seluruh dunia.
Agen Andra, Heri, Raj, Ine dan Kay adalah agen yang diutus biro untuk menuntaskan maslah ini. Kejadian berturut-turut di Indonesia ini memaksa agen-agen senior SEABI (South East Asian Bureau of Invetigation)_biro rahasia di kawasan Asia-Tenggara ini untuk turun tangan.
Sementara salah satu pemburu MagBeam juga menggunakan G, penjahat internasional yang terkenal piawai dan licin di setip aksinya untuk turut campur pula.
Maka jadilah kelima agen SEABI ini harus berhadapan dengan G dan memecahkan teka-teki kematian ketiga ilmuwan Octa Cooperation.
Aziz, orang terakhir yang terbunuh sempat mengirimkan email enkripsi lengkap MagBeam pada Raka dan adiknya Anwar. Anwar yang tidak tahu apa-apa akhirnya juga menjadi salah satu incaran para pemburu MagBeam.
Ditengah aksi menyelamatkan Anwar, salah satu agen, Heri tertembak dan akhirnya meninggal. Disusul kemunculan Raka yang meminta perlindungan SEABI, maka misteri MagBeam mulai menemui titik terang. Betapa luar biasa rahasia dibalik enkripsi ini.
Disisi lain, ternyata G telah berhasil menyusup masuk markas SEABI, dengan menyamar sebagai Anwar, setelah terlebih dahulu membunuh Anwar. Ia berhasil mencuri enkripsi lengakap MagBeam dan mengirimkannya pada bos Octa Cooperation dan bos Onsen Company, perusahaan penyedia layanan satelit Jepang yang juga menyewa kemampuannya.
Tapi ternyata enkripsi itu palsu, yang akhirnya menyeret G untuk tertangkap. hanya sebentar G berada di markas SEABI yang sebenarnya. Tiba-tiba turun perintah dari salah satu direktur SEABI untuk menghentikan misi, tugas selesai, tanpa tuntas, tanpa sempat mengintrogasi G, dia sudah dibawa oleh pihak Interpol ke Singapura.
Kay dan Ine menaruh curiga dengan semua ini. perintah penutupan misi yang tiba-tiba, pemindahan G tanpa ada interogasi, kamuflasi kematian Heri dan berbagai tanda tanya lain tentang biro.
Ada konspirasi apa yang sebenarnya terjadi dalam biro SEABI yang cukup disegani ini?
Cerita yang sangat mengalir dan begitu nyata. Meski memang terkadang butuh membaca berulang kali untuk memastikan potongan-potongan slide dan kisah, yang ditulis dengan waktu, setting, tokoh dan peristiwa berbeda.
Michael Firewall cukup lihai dalam menyusun kisah ini. Dibuka dengan potongan-potongan puzzle yang harus jeli dikaitkan dan dihubungkan. Diawali dan diakhiri dengan ending yang mengejutkan.
Dipenuhi intrik, taktik, high tech, penghianatan, ambisi, politik, kekuasaan, loyalitas dan profesionalisme, membuat novel ini berbeda. Tema apik yang diusungnya, yang jarang tersentuh penulis Indonesia, dalam novel ini dibahas dengan warna kental masyarakat.
Uniknya, adalah perpaduan latar belakang budaya tokoh-tokoh yang ada di dalamnya. Singapura, Jepang, Belanda, Indonesia, Malaysia dengan setting Indonesia dan Singapura. Penokohan dan penjabaran karakter yang hidup membuat novel ini juga patut mendapat acungan jempol. Meski di beberapa bagian, dari segi bahasa dapat dikatakan penulis masih kurang kaya. Artinya penonjolan bahasa dari daerah asal tokoh masih kurang tampak. Penulis masih mencari aman dengan menggambarkan daerah asal tokoh lewat narasi, bukan lewat bahasa yang digunakan tokoh. Jika karakter tokoh diperkuat dengan bahasa asal daerahnya, ini menjadi nilai plus tersendiri bagi penulis. Artinya penulis tidak hanya cerdas mengolah cerita, tapi juga cerdas memainkan bahasa.
Hal menarik lain, adalah alur ceritanya. Ditulis bagian tiap bagian dengan pole puzzle yang nmenuntut kepiawaian pembaca untuk menyusunnya. Terkadang pembaca mesti membaca ulang di beberap bagian untuk dapat menemukan pasangan puzzle dari suatu potongan sebelum ia menemukan potongan-potongan lain yang sebenarnya saling berhubungan.
Memiliki judul yang ”nyentrik”, Conspiracy Agent. Sesuai dengan judulnya sentakan di akhir cerita benar-benar menggambarkan novel sesuai dengan judulnya. Akhir yang sedikit “memaksa”, tapi mampu membuat pembaca kaget dan tertegun.
Secara keseluruhan, novel ini menarik. Dari segi tema ” baru” dan ”berani”, yang masih sangat jarang diusung oleh penulis Indonesia. Fakta-fakta dan data ilmiah pendukung yang padat berisi, menunjukan bahwa penulis benar-benar ”ahli” dalam bidangnya. Cerita mengalir yang memaksa pembaca untuik cerdas dalam menyikapinya dan hentakan di akhir cerita yang misterius.
Sebenarnya novel ini cocok dibaca siapa saja. Asal pembaca mampu mengimbangi imajinasi dan wawasan teknologi Michael Firewall. Intinya dibutuhkan pembaca yang cerdas untuik menikmati buku ini.
Terakhir, selamat untuik Michael Firewall yang berhasil memikat pembaca dengan genre dan kisah baru yang diusungnya. Bagaiman dengan penulis Indonesia lainnya? Berani keluar dari garis aman dalam mengekploitasi tema?
#pssst … Kelana sempat mention penulisnya dan bertanya buku lanjutannya, tapi belum dibalas, hehehehe

Saturday, March 8, 2014

PUISI - Tuhan Marah, dan Aku Menangis

By Unknown | At 3:33 PM | Label : , | 0 Comments



Tuhan marah, dan aku menangis

“Jangan . . .
kumohon . . . ! ! !”

kumal, dekil
tengadah tangan kecil
di pojok kumuh

Tuhan marah, dan aku menangis
 
isaknya
menjadi
pada gelap menggantung

Tuhan marah, dan aku menangis 
 
di balik bayang senja
”tidak
kumohon . . . !”
ratapnya
sayup, pilu 
 
Tuhan marah, dan aku menangis

hingga hilang
suara
nafasnya
tinggal

Tuhan marah, dan aku menangis 
 
seonggok tulang
hitam
dekil
mungil
mentari lah lupa pada sinarnya 
 
Tuhan marah, dan aku menangis

sumpah
serapah
sampah
gerah

Tuhan marah, dan aku menangis

”tidak ! ! !”
ia berkilah
lantang
”aku hanya utusan
tuk sempurnakan ayat-Nya 
 
dan esoknya,
tercetak besar-besar
” Gelandangan kecil, mati
atas noda-noda kekuasaan”

Sayang,
hanya
kertas kusam
di tong sampah

#Kelana

Thursday, February 27, 2014

FLASH FICTION – Apa Bedanya Kau dan Lele Goreng?

By Unknown | At 7:43 PM | Label : , | 0 Comments
“Tapi kalau ada pacarnya, ya tetep kerasan disini.”

Aku tersenyum getir, lebih tepatnya terpaksa terseyum saat laki-laki itu mengatakan sebuah gurauan. Sebenarnya sebuah gurauan biasa, tapi bagiku akan lain ceritanya. Kuraba lagi handphone yang sedari tadi ada di tanganku. Menunggu sebungkus lele goreng tidak lebih membosankan dibanding menunggu kabar dari seorang di seberang. Ia janji meneleponku hari ini.

Namanya Angga. Sudah sejak empat tahun silam kami mengikat janji, dan kini dua tahun sudah aku tidak pernah bersua dengannya. Ia di Jepang, mengejar impiannya meraih S2.

“Oh tidak, hapeku bergetar!”

Sesaat kupandangi layar hape itu. Bukan nama Angga . . .

#Kelana
Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Zona Review Kelana - All Rights Reserved B-Seo Versi 4 by Bamz